Helen Gumanti Merilis Album Piano This Christmas yang Liris dan Kontemplatif

helen gumanti

Menutup tahun 2020 yang penuh ketidakpastian akibat virus COVID-19, Helen Gumanti meluncurkan album piano perdananya berjudul This Christmas yang liris dan kontemplatif. Album ini berisi lagu-lagu ringan yang populer namun dikemas dengan cara berbeda sehingga memberikan efek menyejukkan hati.

Album musik piano tersebut telah tersedia dan dapat didengarkan di platform digital seperti Youtube Helen Gumanti Official, Spotify, iTunes, Apple Music dan Google Play Music. Ada empat lagu bertema holiday season yang disajikan seperti Have Yourself a Merry Little Christmas, Grown Up Christmas List, Christmas Song/Chestnuts dan I’ll Be Home for Christmas.

Selain itu, Helen juga memasukkan lagu When You Wish Upon a Star yang dinyanyikan oleh karakter Jiminy Cricket di film Pinocchio (Disney 1940). Ada pula The Gift (Jim Brickman), sebuah lagu cinta yang seringkali diperdengarkan pada saat perayaan Valentine. 

“Album This Christmas ini bukan semata bagi yang merayakan Natal, tapi bisa menjadi lagu-lagu untuk relaksasi, meditasi, yoga flow agar lebih mudah berkontemplasi,” kata Helen.

Dengan dukungan piano Fazioli Malachite, lagu-lagu dengan melodi yang kontemplatif di album This Christmas dapat disuguhkan dengan sangat indah. Piano Fazioli Malachite memang menawan. Bukan hanya kualitas suaranya, tapi juga desain dan arsitektur piano yang mengagumkan.

Piano buatan Italia ini dibalut dengan kayu walnut dengan ornamen flora, serta kombinasi garis dan geometri yang artistik. Tampilan grand piano ini semakin mewah dengan adanya hiasan batu permata Malachite berwarna biru.

Piano adalah separuh jiwa Helen Gumanti. Dia sudah belajar piano sejak usia empat tahun. Di usianya yang baru 9 tahun, dia sudah menggelar solo recital dengan memainkan karya-karya besar dari pianis legendaris dunia. Dia meraih double degree Seni Pertunjukan Piano dan Psikologi dari University of Texas at Austin, Amerika Serikat. Sebagai pianis, dia telah menjelajah dunia dengan tampil di Singapura, Malaysia, Jepang, Paris, London dan Amerika Serikat.

Karirnya sebagai pianis sempat terhenti karena harus kembali ke Indonesia untuk membantu mengelola Fagetti, sebuah bisnis marmer mewah yang dimiliki keluarganya. Tapi passion dan idealismenya di bidang musik tak pernah ditanggalkan. The Grand Signature Piano yang didirikan pada tahun 2016 membuatnya tak bisa jauh-jauh dari dunia musik.

“Album This Christmas menunjukkan sisi lain dari diri saya. Bukan sebagai pianis profesional tapi lebih bertujuan untuk aktualisasi diri,” kata Helen yang saat ini menjabat sebagai CEO Fagetti.Helen juga membangun The Grand Atelier & Culture Center untuk mewadahi  kreativitas talenta muda dan pianis-pianis Indonesia yang ‘pulang kampung’ setelah lama berkarir di negeri orang. Dia juga menginisiasi lahirnya kompetisi bertaraf internasional dengan nama Indonesia International Piano Competition (IIPC).

Penuh Pesona, Pianis Edith Widayani Mengalunkan Kisah Cinta Abadi Noah dan Allie

Pianis Edith Widayani memainkan The Notebook dengan piano

Pianis internasional kelahiran Jakarta, Edith Widayani merilis video musik terbarunya secara eksklusif di kanal Youtube The Grand Signature Piano pada Selasa, 15 Desember 2020. Dia membawakan soundtrack film The Notebook (2004) yang kerap menyandang predikat sebagai film paling romantis sepanjang masa.

Permainan piano Edith saat membawakan The Notebook penuh rasa. Jari jemarinya bergerak lembut menciptakan nada demi nada, mengalunkan romansa cinta yang tak lekang oleh waktu. Juara Indonesia International Piano Competition (IIPC) 2019 ini menyampaikan keagungan cinta dalam karya Aaron Zigman dengan sangat menawan.

“Lagu ini surprisingly simple tapi mengandung makna yang dalam. Tangga nadanya berawal dan berakhir di tempat yang berbeda dan penuh gejolak di tengah-tengahnya. Tapi tetap bermula pada sesuatu yang indah dan berakhir dengan indah juga,” kata Edith Widayani yang meraih gelar doktor musik dari Eastman School of Music, Amerika Serikat.

Edith Widayani membawakan The Notebook dengan penuh rasa.

The Notebook adalah kisah cinta abadi sampai akhir hayat. Kisah cinta Noah Calhoun (Ryan Gosling) dan Allie Hamilton (Rachel McAdams) yang tak hanya tentang kebahagiaan, tapi lebih banyak diwarnai dengan kesedihan, perjuangan dan pengorbanan yang tak terbatas. Film ini menunjukkan dedikasi cinta tertinggi yang tak dimiliki oleh semua orang.

Edith memainkan The Notebook dengan piano Fazioli Malachite, sebuah grand piano yang mewah dan klasik yang mendapat sebutan Crème de la Crème. Sesuai namanya, keunikan piano buatan Italia ini terletak pada hiasan batu permata malachite warna biru yang dipercaya banyak orang dapat memberikan ketenangan. Piano ini dibalut kayu walnut dengan dekorasi ornamen flora serta kombinasi garis dan geometri yang artistik.

“Fazioli Malachite masuk kategori artcase. Seni yang dihasilkan bukan hanya musiknya saja, tapi pianonya itu sendiri sudah merupakan seni,” tutur Edith.

Sama seperti kisah cinta The Notebook, Edith menyebut, kesempurnaan Fazioli Malachite, merupakan bentuk dedikasi tertinggi dari seni kerajinan piano. Piano Fazioli memang tidak diproduksi massal tapi dibuat dengan kerajinan tangan. Wajar jika jumlah produksinya tak lebih dari 150 unit piano per tahun. Alhasil, setiap piano Fazioli menjadi produk masterpiece dan eksklusif, termasuk Fazioli Malachite.

Edith Widayani, pianis terkenal baik didalam maupun diluar negeri

Edith Widayani merupakan Brand Ambassador The Grand Signature Piano. Dia sudah belajar piano sejak usia tiga tahun. Dia mengenali bakatnya sejak kecil hingga berani memutuskan pindah ke Beijing di usia remaja dan melanjutkan pendidikannya di Amerika Serikat untuk belajar piano dari pianis-pianis kelas dunia.

Pendidikan sarjana musik dari Texas Christian University School of Music diselesaikan dengan predikat magna cum laude dan dilanjutkan dengan magister musik dari Eastman School of Music.  Selanjutnya, Edith menjadi orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dari Eastman School of Music. Dia menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan predikat Pi Kappa Lambda dan mendapatkan penghargaan prestisius Henry Cobos Endowed Piano Prize atas pertunjukan pianonya yang sangat mengesankan. Sebagai pianis, Edith kini dikenal luas bukan hanya di Indonesia tapi juga di Amerika Serikat, Eropa dan Asia. 

The Notebook merupakan video musik kedua dari seri video The Grand Love Stories yang dibuat oleh The Grand Signature Piano. Total ada tujuh video musik yang akan ditayangkan setiap pekan mulai 8 Desember 2020 hingga 22 Januari 2021. Sedangkan The Grand Signature Piano merupakan dealer resmi piano Fazioli dan satu-satunya di Indonesia. Perusahaan ini juga memasarkan produk piano premium lainnya secara eksklusif dengan merek Bluthner, Estonia dan Irmler.