Penjelasan Apa Itu Plating Makanan Beserta Contohnya

plating makanan dan contohnya

Ketika Anda pergi ke restoran, Anda akan melihat sajian makanan diatas piring yang di tata sedemikian rupa dan menarik.

Menggunakan kombinasi warna yang seimbang membuat makanan yang disajikan malah sayang untuk dimakan.

Itulah teknik Plating Makanan.

Sebuah seni dalam menyajikan makanan.

Plating makanan adalah ilmu teknis dari tata boga yang digunakan untuk penataan dan penyajian makanan di atas piring dengan memperhatikan posisi dan komposisi makanan agar menunjukan nilai seni dan kualitas yang tinggi.

Biasanya teknik plating makanan ini banyak dilakukan oleh professional chef atau celebrity chef yang memang sudah terlatih dan berpengalaman.

Teknik plating makanan memang ditujukan untuk membuat makanan yang disajikan lebih menarik melalui indra visual.

Teknik ini tidak boleh dilakukan asal-asalan. Yang malah akan membuat makanan yang disajikan tidak menarik sama sekali.

Visual makanan mengirimkan pesan pada orang-orang yang ditujunya, dan efek psikologis ini menentukan apakah seseorang menikmati makanan tersebut sejak suapan pertama.

Teknik plating makanan juga dapat membantu usaha kuliner memperkirakan besaran porsi tiap-tiap bagian makanan (karbo, protein, dan sayuran).

Itu agar porsi sesuai kebutuhan konsumen, sekaligus efisien dalam hal bahan.

Ini penting.

Penataan makanan yang benar membantu bisnis kuliner tahu bagian mana dari sepiring sajian yang harus dihemat, dan mana yang boleh disajikan lebih.

Bagi seorang pemula, teknik ini pasti akan sulit dilakukan.

Namun ada tips-tips dasar untuk belajar teknik plating makanan yang benar.

Berikut adalah tipsnya:

1. Memilih Piring Saji

Beda makanan akan beda pula jenis piring yang digunakan. Piring untuk menyajikan steak pasti berbeda dengan piring untuk menyajikan sup.

Baca jenis-jenis piring kalau Anda belum tahu berbagai jenis piring.

Piring layaknya kanvas.

Piring yang cocok akan menghasilkan lukisan makanan diatas piring sangat menarik.

Berikut beberapa hal yang jadi pertimbangan dalam memilih piring saji:

  • Tipe – Piring adalah medium agar perhatian orang tetaplah ke makanan. Karena itu, gunakan piring polos (umumnya putih), dan bentuknya sesuaikan dengan kebutuhan konsumsinya (bundar atau persegi). 
  • Ukuran -Pilih ukuran yang proporsional. Besarnya cukup agar tampilan makanannya terfokus, tapi juga jangan terlalu besar agar tidak terkesan porsi makanannya kecil.
  • Warna – Warna putih paling banyak dipakai bisnis kuliner untuk piring saji, karena sifatnya yang netral. Putih cocok dengan semua warna makanan dan cukup kontras untuk menonjolkan kesan yang diinginkan. Memilih warna lain tentu saja dibolehkan, asalkan penampilan makanan tetap nomor satu.

2. Tata Letak Makanan

Ini alasannya plating tidak boleh dilakukan asal-asalan.

Dalam plating makanan ada yang namanya teknik untuk meletakkan makanan. Ada lima aturan dalam tata letak makanan yang banyak digunakan.

Berikut diantaranya:

1. Rules of Third

Selain warna, cara meletakkan komposisi makanan di atas piring juga penting.

Rules of Third mengatur titik fokus penataan makanan diletakkan di bagian agak tepian piring, bukannya di tengah.

Karena itu jarang ada lauk atau bahan utama ditempatkan di tengah, melainkan sedikit agak keluar dan saling merapat.

2. Clock Method

Aturan ini adalah bagaimana menata tata letak makanan seperti kehidupan sehari-hari

Bayangkan piring adalah jam.

Maka dari sudut pandang yang makan: bahan makanan protein (ayam, daging, ikan, telur) diletakkan di antara jam 3 dan 9. Bahan karbohidrat (nasi, kentang, dsb) di antara jam 9 dan 12, dan sisanya bagian sayuran di antara jam 12 dan 3.

3. Tata Letak Makanan Kering dan Basah

Jika dalam piring sajian terdapat dua jenis makanan basah dan kering. Maka tata letaknya harus diperhatikan.

Aturan umum pada teknik plating makanan adalah bahan basah harus diletakkan di dasar piring, baru kemudian bahan-bahan padat di atasnya.

Ini karena bahan basah sering kali bergerak-gerak mengalir saat diantarkan, jadi perlu makanan padat untuk “mengunci”-nya di tempat.

Selain itu, meletakkan yang basah di dasar piring tidak akan mengganggu tekstur makanan yang renyah di bagian atas.

4. Hidangkan Makanan Selalu Berjumlah Ganjil

Loh emangnya kalau genap pengaruhnya apa?

Jika belajar sebuah teknik, kita harus mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh orang sebelumnya yang telah terbukti berhasil.

Jika Anda ingin cepat belajar. Ikutilah orang yang sudah berhasil melakukannya.

Penjelasannya.

Jika menyajikan makanan yang bentuknya kecil-kecil (misal udang, kentang, atau lumpia), maka hidangkan sejumlah ganjil (tiga, lima, dan seterusnya).

Jumlah yang ganjil terlihat lebih menarik, dan mengesankan bagi konsumen bahwa ia mendapatkan lebih banyak.

5. Jangan Terlalu Sesak

Saya pernah ketika memesan nasi goreng, si penjual terlalu penuh meletakkan makanan pelengkapnya di satu piring.

Mau mulai makannya aja sussah. Harus digeser-geser salah satu jenis makanan dulu. Akhirnya minta tambahan piring untuk tempat kerupuk.

Ini lah pentingya menata makanan sesuai porsinya.

Temukan fokus di piring, mana yang mau ditonjolkan misal bagian protein atau lauknya.

Setelah bahan lain sudah masuk, titik fokus di piring ditonjolkan lebih besar, sementara bahan-bahan pelengkap lain tetap kelihatan menarik.

3. Perhatikan Detail

Semakin detail plating makanan yang dilakukan maka hasilnya akan semakin menarik.

Seperti:

  • Perhatikan kontras warna dan tampilan
  • Menata makanan agak sedikit menonjol/membumbung
  • Bermain dengan tekstur

1. Kontras Warna dan Tampilan

Setelah menggunakan piring warna netral (misal putih), saatnya mengatur komposisi warna makanannya.

Selain titik fokusnya diletakkan di bagian protein atau karbohidrat, selanjutnya memakai warna-warna cerah dan menarik ikut menambah indahnya penampilan.

Warna-warna tambahan bisa didapatkan dari saus, kacang-kacangan sayur, atau garnish yang sesuai.

2. Menata Makanan Sedikit Menonjol

Terlepas dari besar/kecil porsinya, penataan makanan agak membubung selalu menarik dan menggugah selera makan.

Ini berlaku untuk banyak jenis makanan.

Itulah kenapa sering kali batang sereh, bahan gorengan atau sayuran disandarkan di atas potongan steak. Dan nasi juga sering kali dicetak agar bentuknya lebih menonjol di piring.

3. Bermain Dengan Tektur

Tektur berkaitan dengan komposisi makanan yang disajikan untuk menyempurnaknnya.

Jika makan nasi terus ada kerupuk pasti lebih nimat, bukan?

Untuk komposisinya letakkan makanan kering dan garing di atas jenis makanan yang cair, atau tambahan bahan renyah yang menyeimbangkan tekstur nasi atau bubur yang lembut.

4. Gunakan Saus

Untuk menambah layer-layer pada sajian makanan, Anda bisa menambahkan saus ketika melakukan plating makanan.

Sebarkan saus tipis-tipis di sekitar makanan, jangan terlalu banyak apalagi memendam di tengah.

Jika saus adalah bagian tambahan dari bahan utama dan jumlahnya banyak, tempatkan di wadah terpisah.

5. Tambahkan Garnish yang Sesuai

Anda pernah melihat bunga yang dibuat dari buah tomat yang diletakkan di piring sajian? Itu adalah garnis.

Fungsi garnis adalah penghias hidangan, potongan kecil makanan yang digunakan sebagai hiasan.

Garnis juga dapat didefinisikan sebagai makanan atau bagian dari makanan yang ditampilkan sedemikian rupa untuk meningkatkan penampilan makanan yang disajikan.

Perlu diperhatikan, meskipun fungsinya sebagai penghias hidangan. Garnis harus bisa dimakan.

Tips menggunakan garnish:

1. Garnis Harus Bisa Dimakan

Garnishtidak sekadar penghias makanan, melainkan pelengkap rasa dan tekstur.

Gunakan garnis yang bisa dimakan (misal lada, bawang goreng, atau kacang polong) sehingga ikut  melengkapi rasa, bukan merusaknya.

2. Letak Garnis Harus Benar

Di banyak sajian makanan garnis ditabur dengan elegan (tidak terlalu banyak) di bagian atas makanan utama, letak garnis juga tidak dipisahkan apalagi ditaruh di pojok sendirian.

Hindari pula memakai bahan-bahan yang merusak selera sebagai garnis (misal buah-buahan asam yang tidak nyambung) atau bahan-bahan berbau tajam.

6. Peralatan Plating Makanan

Seperti tukang bangunan yang membutuhkan cangkul, centong semen, penggaris dan sebagainya sebagai alat kerja.

Begitu pun dalam plating makanan.

Plating makanan juga membutuhkan alat agar teknik plating makanan yang dilakukan bisa berjalan dengan baik.

Berikut beberapa alat plating makanan yang harus Anda sediakan untuk melakukan teknik plating makanan:

1. Kuas Dekorasi

Sebagai salah satu alat terpenting dalam daftar peralatan koki mana pun, kuas dekorasi memiliki berbagai kegunaan.

Kuas dejorasi sendiri memiliki ukuran yeng berbeda-beda. Mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar.

Anda dapat menggunakan kuas ini untuk pengerjaan garis yang detail dan goresan yang luas saat Anda meletakkan saus, atau saat melapisi bubur dan coulis yang berada di bawah daging atau sayuran.

2. Set Alat Garnis

Untuk membuat garnis ada set alat yang diperlukan.

Dalam satu set alat garnis berisi pisau, penjepit, beberapa buah sendok berukuran besar dan kecil.

Terdapat juga beberapa botol kecil untuk meletakkan saus.

3. Round Ring

Tersedia dalam bentuk kecil hingga besar. Round ring adalah alat untuk mencetak makanan di atas piring.

Bentuknya bulat seperti cicin namun sedikit tinggi.

Round ring terbuat dari stainles. Ini memungkinkan agar makanan tidak lengket pada round ring saat dicetak.

Penggunan round ring akan membuat makanan lebih terlihat menarik.

Beberapa Chef yang sudah mahir dalam plating makanan, biasanya menggunakan beberapa peralatan yang sudah tersedia di dapaur seperti sendok, pisau, garpu, plastik segitiga (kantong kue) dan sebagainya.

Lap bersih juga digunakan untuk membersihkan bagian-bagian atau ujung-ujung plating yang kurang sempurna.

7. Contoh Style Plating Makanan

Bagi Anda yang penasaran dengan bagaimana melakukan plating makanan, berikut adalah contoh beberapa style dalam plating makanan.

1. Classic Planting

plating makanan classic style
Step 1
platting makanan gaya classic
Step 2

2. Free Form Plating

plating makanan gaya free form
Step 1
free form plating makanan
Step 2
free form food plating
Step 3

3. Landscape Plating

plating makanan gaya landscape
Step 1
plating makanan gaya landscape
Step 2
food plating landscape style
Step 3

Plating makanan memang memerlukan pemahaman dasar disertai naluri.

Jika Anda menjalankan usaha kuliner yang melayani orang di tempat, maka tips-tips plating di atas bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.

Apalagi di Indonesia ada banyak sekali jenis sajian makanan dan tradisi menyantap yang beragam pula, ilmu plating makanan sangat bisa disesuaikan dengan kebiasaan dan budaya masing-masing daerah.

Selain tips-tips dasar di atas, ada beberapa hal lain yang dapat dikembangkan sendiri.

Kreativitas dan percobaan praktis adalah cara jitu untuk menguasai plating makanan untuk menggugah selera konsumen.