11 Jenis Wajan dan Panci Untuk Mengolah Berbagai Masakan di Dapur

mengenal 10 jenis wajan dan panci untuk memasak

Salah satu peralatan masak yang paling penting dan harus kita miliki di dapur adalah wajan dan panci.

Kedua alat ini alat yang bisa mambantu kita utnuk memasak seperti menggoreng, menumis, merebus dan lain sebagainya.

Bisa dibanyangkan jika tidak ada wajan dan panci. Kita mau masak pake apa?

Tanpa kedua alat ini tentunya kita akan kesulitan untuk memasak. Bisa sih memasak menggunakan microwave atau oven. Tetapi penggunaan oven terbatas.

Karena kebanyak oven hanya digunakan untuk sebatas memanggang dan memanaskan.

Magicom juga bisa digunakan untuk memasak. Tapi hanya sebatas untuk memasak nasi.

Karena itu mari kita bahas bersama apa itu wajan dan panci beserta kegunaanya untuk memasak.

Apa itu wajan

Wajan, panci, pan atau penggorengan adalah nama penyebutan untuk wajan. Jika dilihat dari kamus besar, wajan lebih dinamakan dengan penggorengan.

Penggorengan atau wajan adalah alat memasak terbuat dari baja atau logam lain yang diletakkan di atas kompor atau tungku dan digunakan untuk wadah makanan yang akan diolah.

Nama wajan adalah penyebutan orang jawa untuk penggorengan.

Wajan sendiri memiliki jenis dan kegunaan yang berbeda. Tidak semua wajan bisa digunakan untuk memasak segala jenis masakan.

Ada wajan yang disebut dengan Friying Pan yang memang digunakan khusus untuk menggoreng.

Namun ada juga wajan yang bisa digunakan untuk mengolah berbagai macam masakan, seperti wok pan.

Friying pan memiliki bagian dasar yang rata, berbeda dengan wok pan yang memiliki bagian bawah cenderung melengkung.

Jenis wajan dan kegunaanya

Penting bagi kita untuk mengetahui jenis dan cara penggunaan wajan. Baik itu di dapur sendiri atau di restoran. Di bawah ini adalah jenis wajan dalam kategori Pan.

Pan adalah wadah apapun yang dapat menghantarkan panas dengan baik ketika diletakkan diatas kompor

1. Frying Pan

Wajan frying pan biasanya banyak digunakan untuk menggoreng.

Friying pan memiliki tinggi sekitar 3-5 cm, memiliki diameter yang beragam. Biasanya dari 18–30 cm, pilih sesuai ukuran bahan makanan yang akan kita masak.

Bahan yang sering diolah menggunakan frying pan adalah menggoreng telur, memanggang daging atau menggoreng ikan dengan ukuran yang besar.

2. Saute Pan

Saute pan memliki memiliki cekungan yang lebih dalam dibandingkan dengan frying pan.

Bagian dasar pada saute pan pun tidak terlalu lebar seperti frying pan dan ketinggian bagian pinggir lebih tinggi.

Saute pan sangat cocok sekali digunakan untuk memasak masakan seperti nasi goreng, tumis menumis dan memasak masakan yang berkuah seperti gulai ayam.

Juga bisa digunakan untuk menggoreng dengan minyak yang banyak, seperti menggoreng ayam, tahu dan sebagainya.

3. Wok

Nah, wok atau kuali adalah jenis panci atau wajan yang paling banyak digunakan, khususnya di dapur-dapur Asia.

Ya, karena masakan di Asia kebanyakan berkuah, penggunaan wok ini dianggap sangat cocok dan bisa digunakan untuk mengolah hampir segala jenis masakan.

Ini juga melihat masakan Asia yang selalu menggunakan porsi besar.

4. Grill Pan

Memiliki bentuk agak rata dengan dasar yang bergerigi atau bergelombang, Grill Pan khusus digunakan untuk memanggang.

Grill pan digunakan untuk memasak dengan temperatur tinggi.

Gerigi pada Grill Pan berfungsi untuk memberikan efek garis pada daging atau bahan lain yang dipanggang diatasnya.

5. Double Pan

Alat masak ini bisa kita gunakan untuk menggoreng dengan sedikit minyak. Desainnya yang kedap membuat masakan jadi lebih cepat matang.

Double pan diciptakan untuk memudahkan kita memasak karena tidak perlu repot mengaduk-aduk masakan.

Kita tinggal membolak-baliknya dan masakanpun tercampur rata. Lapisan antilengket yang melapisinya membuat masakan kita bebas lengket dan mudah dibersihkan.

6. Roasting pan

Apakah pernah melihat orang memanggang ayam menggunakan alasan seperti nampam?

Tapi itu bukan nampan tapi sebuah wajan.

Wajan atau pan yang satu ini digunakan sebagai wadah memanggang dalam oven. Bahannya terbuat dari cast iron atau besi cor sehingga bebannya cukup berat.

Pegangan atau kupingnya harus dibuat dari bahan yang tahan panas sehingga tak meleleh saat dipanggang.

7. Milk pan

Dalam dunia memasak, ada sebuah wajan yang di khususkan untuk memasakan atau memanaskan susu.

Namanya adalah milk pan.

Sesuai namanya volume milk pan cenderung kecil dengan bibir panci yang dibuat untuk menuang susu yang telah dipanaskan.

Milk pan biasanya berbahan aluminum, stainless steel, atau enamel.

Jenis panci dan kegunaannya

Banyak jenis panci yang beredar di pasaran. Ini dikarenakan alat masak yang satu ini memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Bagi kita yang ingin semakin ahli di dapur, wajib hukumnya untuk mengetahui berbagai macamnya.

1. Panci Sayur

Panci yang identik dengan dua kuping ini memiliki permukaan datar dan biasanya dijual beraneka warna.

Alat masak satu ini terhitung serbaguna karena cocok digunakan untuk merebus apapun, serta membuat aneka masakan berkuah atau cair.

Panci sayur tersedia dalam material stainless steel, alumunium, keramik, dan kaca.

2. Panci Gagang

Panci gagang atau sauce pan hanya memiliki satu gagang pada salah satu sisinya.

Panci gagang juga serbaguna, hanya saja porsinya tak sebanyak panci sayur karena ukurannya lebih kecil.

Namun panci ini terhitung praktis kalau harus menyaring hasil rebusan. Panci ini tersedia dalam material alumunium, stainless steel, keramik, dan teflon.

3. Panci besar

Panci ini berukuran paling besar dari dua panci sebelumnya. Panci besar biasa digunakan untuk merebus dalam jumlah banyak, serta membuat kaldu, sup, kari, rendang, dan sayur berkuah.

Dinding yang tinggi juga memudahkan kita untuk merebus spaghetti.

Jika disertai dengan jaring dandang atau jaring pemisah berlubang, panci besar juga dapat digunakan untuk mengukus beraneka makanan seperti nasi putih, ketan, pepes, dan sebagainya.

Panci besar tersedia dalam material alumunium dan stainless steel.

4. Panci presto

Kalau panci lain digunakan untuk slow cooking, panci presto justru didesain khusus untuk masak cepat dengan tekanan uap tinggi.

Harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan tiga panci di atas, tetapi panci ini sangat hemat waktu dan pemakaian gas.

Jenis masakannya pun beragam, mulai dari kukusan, rebusan, sup, semur, hingga menanak nasi. Panci ini umumnya hanya terbuat dari stainless steel.

Bahan atau material pembuatan wajan

Setelah mengetahui berbagai jenis wajan dan panci, saatnya kita mengetahui bahan pembuatan dari pembuatan wajan tersebut.

Hal ini untuk membuat kita menemukan bahan yang cocok untuk kita pilih.

Kualitas adalah hal paling penting.

Untuk memilih wajan dan panci, pilihlah yang berat.

Wajan dan panci yang berat akan lebih aman ketika di letakkan diatas kompor. Namun pastikan ringan untuk kita angkat.

1. Aluminium

Aluminium merupakan bahan yang paling populer pada peralatan masak.

Bahan ini bisa menghantarkan panas yang baik dan menyebarkannya secara merata ke seluruh permukaan wajan dan panci.

Peralatan masak yang menggunakan bahan ini juga biasanya memiliki harga murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

Kelemahan dari bahan ini, wajan dan panci dengan aluminium yang tidak berkualitas dapat bereaksi dengan makanan.

2. Baja karbon

Baja karbon digunakan dalam alat masat dengan harga yang relatif mahal.

Selain bisa menghantarkan panas dengan cepat juga dapat mempertahankan panas lebih lama.

Wajan yang paling umum menggunakan bahan ini adalah Wok dan Stir-Fry pan.

3. Besi cor

Bahan lain untuk membut wajan adalah besi cor. Biasanya wajan yang terbuat dari bahan ini lebih berat.

Meski berat dan tebal, wajan ini memiliki kemampuan untuk mendistribusikan panas ke seluruh permukaan dengan baik.

Wajan jenis ini banyak digunakan untuk memasak makanan yang membutuhkan waktu lama.

Contohnya adalah memasak untuk membuat dodol. Dodol sendiri memerlukan waktu memasak 3 sampai 6 jam.

Untuk perawatan, wajan dengan bahan besi cor todak boleh direndam terlalu lama di dalam air.

Atau wajan ini sulit untuk kering setelah kita cuci. Apalagi wajan jenis ini lebih mudah berkarat.

Ada beberapa cara untuk membersihkan wajan berbahan besi cor . Pertama, tuangkan setengah cangkir garam ke wajan dan kemudian gosok dengan tisu.

Itu berfungsi untuk menghilangkan debu atau kotoran.

Setelah mencuci wajan dengan air dan sabun, lebih baik segera keringkan untuk menghindari karat pada wajan.

Ketika wajan sering digunakan, kita mungkin perlu memberi minyak pada wajan dengan minyak sayur atau minyak canola, dan atau mungkin perlu memanaskan wajan dalam oven pada suhu 450 ° selama 30 menit.

4. Keramik

Keramik adalah adalah jenis bahan yang bagus, karena tidak cepat bereaksi terhadap panas.

Wajan berbahan keramik ini biasanya sering dijumpai ketika menghidangkan makanan casserole atau manakan lain yang memerlukan waktu memasak perlahan pada suhu .yang tetap

Lebih ringan dari besi cor, tetapi juga lebih rapuh.

5. Tembaga

Tembaga biasanya kita temukan sebagai bahan pembuatan kabel, tapi ternyata bisa juga digunakan sebagai bahan pembuatan wajan.

Tembaga juga telah diketahui sebagai pengantar yang baik. Dengan wajan berbahan tembaga kita mudah untuk mengontrol suhu.

Meski demikian, tembaga dapat bereaksi dan bercampur dengan makanan dan menjadi racun.

Karena itu biasanya panci dan wajan yang terbuat dari bahan tembaga dilapisi dengan bahan lain seperti stainless steel.

Kerugian terbesar menggunakan tembaga adalah pemeliharaan. Tembaga bisa berubah warna, jadi sesekali kita perlu memolesnya untuk menghilangkan perubahan warna.

Tembaga juga cenderung mudah penyok dan tergores.

6. Stainless steel

Stainles steel adalah bahan yang sangat bagus digunakan untuk segala macam jenis peralatan dapur dan kebutuhan umum lainnya.

Bahan ini tahan lama, ringan dan mudah dibersihkan.

Namun stainless steel adalah bahan pengantar panas yang kurang baik.

Bisanya wajan stainless steel ditambahkan cakram tembaga atau aluminium di bagian bawahnya sebagai pendukung untuk menyebarkan panas.

Permukaan yang halus membuat wajan dari stainless steel mudah dibersihkan. Alat pembersih yang terbuat dari logam pun aman digunakan untuk wajan berbahan stainless steel.

7. Lapisan anti lengket

Lapisan anti lengket pada permukaan wajan dapat membuat makanan yang dimasak tidak menempel di permukaan wajan.

Sehingga memasak makanan pun semakin mudah.

Juga mudah dibersihkan, karena makanan tidak lengket di wajan.

Kelemahan dari wajan yang menggunakan lapisan anti lengket ini adalah mudah tergores.

Stainless steel atau perkakas berjenis logam dapat menggores wajan yang menggunakan lapisan anti lengket.

sehingga sangat disarankan untuk menggunakan peralatan berbahan silikon nilon atau yang terbuat dari kayu.

Bahayanya wajan anti lengket

Wajan anti lengket adalah wajan yang paling banyak digunakan.

Rata-rata setiap rumah memiliki wajan ini. Selain praktis, wajan ini memiliki lapisan anti lengket.

Itu membuat dapat menghemat minyak.

Wajan anti lengket ini sering disebut dengan teflon.

Namun, ada kabar bahwa wajan atau teflon yang tergores bisa menyebabkan kanker.

Ini karena wajan atau teflon memiliki bahan kimia pada lapisan teflonnya.

Nama bahan kimia itu adalah PFOA atau perfluorooctanoic yang memang digunakan pada proses pembuatan wajan teflon.

Bahan kimia ini bersifat kanker dan diyakini akan mengendap dalam tubuh jika terpapar terus-menerus.

Selain pada teflon, bahan kimia ini juga bisa ditemukan pada beberapa makanan seperti air minum dan debu rumah tangga.

Namun dengan kadar yang rendah.

Kabar baiknya yang dilakukan penelitian. Wajan teflon mengandung konsentrasi bahan PFOA yang rendah.

Ini karena PFOA menguap selama proses pembakaran pabrik pembuatan teflon. Karena demikian teflon memiliki konsentrasi bahan PFOA yang rendah dan aman untuk tubuh.

Studi lain menemukan bahwa hampir semua orang di dunia telah terpapar PFOA namn dengan kadar yang sangat rendah dan wajar.

Apalagi penyebab risiko terbesar kita dapat terserang kanker adalah berasal dari genetik keturunan keluarga dan menjalani hidup yang tidak sehat.

Meski teflon tidak menyebabkan kankir, kita harus tetap waspada dan bijak dalam menggunakan wajan anti lengket.

Seperti jangan menggunakan wajan anti lengket yang terlalu panas seperti sampai suhu 300 derajat celsius.

Karena sapat membuat lapisan teflon cepat menipis dan cepat rusak.

Tips memilih dan menggunakan wajan anti lengket

Wajan atau panci memiliki ragam material untuk membuatnya. Pastikan kita memilih wajan atau panci yang menggunakan material yang aman.

Jangan tergiur dengan harga yang murah, biasanya panci dengan harga murah memiliki kandungan berbahya pada bahan anti lengketnya.

Setelah memilih material wajan yang sesuai dengan kebutuhanmu dan menggunakannya sepenuh hati, tentu kita juga tidak boleh lupa untuk merawatnya.

Salah kalau kita berpikir tak perlu merawat alat masak.

Alat masak seperti wajan pun wajib dirawat dengan cara pemakaian hingga pencucian yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah mudah yang bisa kita tempuh di rumah:

  1. Gunakan sutil atau spatula berbahan kayu atau yang tidak berpotensi menggores wajan.
  2. Hindari langsung mencuci wajan atau menyiramnya dengan air dalam keadaan baru saja diangkat dari kompor. Berikan waktu beberapa saat hingga tidak panas agar tidak merusak wajan karena perubahan suhu yang drastis.
  3. Cuci wajan anti lengket dengan spons busa yang lembut. Hindari mencuci dengan sabut pencuci kasar apalagi yang berbahan kawat agar alat masakmu tidak tergores.

Source gambar : Pixabay