20 Jenis Piring dan Mangkok Beserta Fungsinya

Piring merupakan peralatan dapur yang sangat familiar untuk semua orang.

Betapa tidak, karena setiap hari orang menggunakan piring. Terutama saat akan menyantap makanan. Kecuali makanan itu dibungkus ya.

Tapi tidak jarang pula orang menggunakan piring sebagai alas pembukus makanan yang akan disantap. Alasannya sederhana saja, biar lebih gampang untuk menyantap makanannya.

Piring diketahui sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu.

Pada awalnya, yang menemukan proses pembuatan piring adalah orang Cina pada tahun 600 Masehi. Saat itu bahan pembuatan piring menggunakan aluminium.

Singkat cerita proses pembuatan piring pun berkembang dan jadilah piring saat ini yang dibuat menggunakan bahan keramik, kaca dan plastik. Tiga bahan ini adalah yang paling kita jumpai. Ada juga piring yang terbuat dari bahan seng, tapi sudah jarang dalam penggunaannya.

Selain piring ada juga mangkok.

Nah mangkok ini biasanya banyak digunakan untuk alas makanan yang berkuah, seperti mie ayam, bakso dan makanan berkuah lainnya.

Bahan untuk pembuatan mangkok pun sama dengan bahan untuk membuat piring.

Ternyata piring dan mangkok itu memiliki banyak jenis dan masing-masing jenis memiliki fungsi yang berbeda. Apa saja ya? Yuk kita simak bersama-sama.

Jenis-jenis Piring dan Fungsinya

Yang menjadi pertanyaan, kenapa sih piring harus dibuat dengan jenis yang berbeda-beda?

Ini diketahui untuk menyesuaikan dengan makanan apa yang dihidangkan. Karena beda jenis sajian maka beda pula jenis piringnya. Contoh dari jenis sajian itu seperti appetizer, soup, main course, tea/coffee, sampai dessert – dan itu ada itu sudah ada standar internasionalnya.

Dilain waktu mungkin akan kita bahas mengenai jenis sajian itu.

Tapi itu penerapan penggunaan jenis piring itu hanya berlaku untuk sajian di restoran mewah atau hotel. Kalau di warung nasi pinggir jalan kayaknya gak perlu.

Lanjut, mari kita bahas jenis-jenis piring dan fungsinya.

1. Dinner Plate

Dinner plate adalah piring ceper berbentuk lingkaran. Biasanya dinner plate berukuran besar dengan diameter sekitar 26 cm.

Karena memang dinner plate dibuat khusus untuk menjadikan main course atau hidangan utama dalam table manner.

Dinner plate terbagi menjadi 2 jenis, yaitu berbentuk datar dan berbentuk cekung. Namun masih memiliki fungsi yang sama.

Umumnya, dinner plate memiliki ukuran yang beragam, mulai dari 8″, 9″, 10″, 11″, dan 12″. Dan ukuran yang paling sering dipakai adalah yang 9″.

2. Dessert Plate

Dari namanya, piring ini tampaknya untuk menghidangkan sajian makanan penutup.

Namun piring yang satu ini bisa dibilang multifungsi. Piring berbentuk bulat ini bisa digunakan untuk menyajikan dessert, appetizer, atau sebagai alas appetizer/dessert.

Karena porsi appetizer atau dessert biasanya hanya sedikit, ukuran dari dessert plate ini pun jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran dinner plate, yaitu berdiameter hanya sekitar 18 cm.

Karena sangking multifungsinya, selain direstoran piring ini sangat sering dijumpai di acara pernikahan, pesta, dan juga berbagai acara kecil lainnya.

3. Appetizer Plate

Appetizer plate memiliki ukuran yang bervariasi dimulai dari 17 cm dan biasanya memiliki ujung lengkung namun tanpa lekukan.

Meskipun tampilannya mirip dengan bread and butter plate, namun ukuran appetizer plate sedikit lebih besar.

Piring jenis ini sering digunakan untuk menempatkan hidangan dengan porsi yang tidak terlalu banyak seperti salad dan berbagai jenis makanan pembuka lainnya.

4. BnB Plate

Piring ini biasa digunakan seorang koki untuk menyajikan roti dan mentega.

Piring jenis ini disebut juga sebagai side plate atau quarter plate karena sering diletakkan di sebelah kiri garpu.

BnB plate berbentuk bulat seperti dinner plate dan dessert plate, hanya saja diameternya lebih kecil, yaitu 15 cm.

5. Fish Plate

Sesuai dengan namanya, piring ini memang digukanan untuk menyajikan jenis makanan ikan.

Piring ini berbentuk oval.

Ukuran fish plate ini beragam, namun biasanya cukup besar, menyesuaikan bentuk dan ukuran ikan.

6. Salad Plate

Banyak jenis piring yang dinamai sesuai dengan fungsi utamanya, termasuk salad plate yang gunanya untuk menyajikan salad.

Salad plate memiliki bentuk yang bulat dengan dua jenis ukuran, yang besar berukuran sekitar 22 cm dan yang kecil berukuran sekitar 20 cm.

Tak perlu khawatir akan tertukar karena salad plate memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan bread and butter plate.

7. Soup Plate

Bila diperhatikan, bentuk soup plate tampak sangat berbeda dibandingkan dengan jenis piring lainnnya.

Hal itu dipengaruhi oleh fungsi utamanya yaitu sebagai wadah sup, sehingga memerlukan bentuk yang lebih fungsional serupa mangkuk.

Terdapat perbedaan jenis soup plate untuk jamuan formal dan informal, di mana biasanya pada jamuan formal menggunakan soup plate yang lebih pendek ukuran mangkuknya.

8. Saucer

Saucer sebenarnya bukanlah piring utama yang digunakan untuk menyajikan makanan melainkan sebuah tatakan.

Tak heran bila ukurannya pun lebih kecil, hanya sekitar 14 cm karena hanya digunakan sebagai alas untuk soup plate dan soup cup agar sup tidak tumpah.

9. Charger

Piring yang satu ini memiliki model pinggir yang dekoratif dengan ukuran sekitar 33 cm dan menjadikan piring ini sebagai jenis piring terbesar.

Sama seperti saucer, piring charger juga tak digunakan untuk mengalasi makanan karena fungsi utamanya hanyalah sebagai dekorasi meja makan.

Kamu akan menemukan piring charger digunakan untuk mengalasi salad plate, appetizer plate, hingga dessert plate.

Janis-jenis Mangkok dan fungsinya

Kita kutip lengkap aja deh apa itu pengertian mangkuk / mangkok dari Wikipedia.

Mangkuk atau mangkok adalah alat yang berbentuk setengah lingkaran, terbuat dari porselen, batu, plastik, logam, atau kaca. Bentuknya yang setengah lingkaran digunakan untuk meletakkan makanan yang berkuah banyak (tidak mudah tumpah).

Tidak seperti piring yang banyak pengertian, referensi dari jenis mangkuk ini seperti kurang terpublikasikan.

10. Rice Bowl

Mangkok nasi yang biasanya digunakan di chinese restaurant. Ukuran nya 4″ atau 4.5″.

11. Cereal Bowl

Sesuai namanya, piring cekung yang berbentuk persis seperti mangkuk ini digunakan untuk menyajikan bubur maupun sereal.

12. Finger Bowl

Ini adalah mangkuk khusus yang dipakai sebagai wadah air untuk mencuci tangan yang diletakkan di atas meja makan. Sama seperti tempat pencuci tangan di warung kaki lima.

13. Sugar Bowl

Pernah melihat gula yang diletakkan di mangkuk di atas meja makan? Ya, sesuai fungsinya, mangkuk ini bernama sugar bowl.

14. Supreme Bowl

Kalau kamu sering makan di restoran, mungkin sudah tidak asing lagi dengan jenis mangkuk yang satu ini. Supreme bowl adalah mangkuk khusus yang dipakai untuk menyajikan shrimp cocktail atau es krim ice cream sebagai hidangan penutup.

15. Butter Bowl

Kalau tadi ada piring dengan nama B&B plate, sekarang ada mangkuk khusus yang digunakan untuk menaruh mentega yang diletakkan di atas meja makan.

Bonus : Piring Kecil Untuk tatakan

16. Sop Saucer

Dipakai sebagai tatakan soup cup dengan diameter 14 cm.

17. Tea Saucer

Dipakai sebagai tatakan tea cup dengan diameter 14 cm.

18. Coffee Saucer

Dipakai sebagai tatakan coffee cup dengan diameter 14 cm.

19. Demitasse Saucer

Dipakai sebagai tatakan demitasse cup dengan diameter 11 cm.

20. Breakfast Saucer

Dipakai sebagai tatakan breakfast cup dengan diameter 14 cm.

Penggunaan Piring Untuk Kesehatan

Beberapa bahan pembuatan piring dan mangkok ada yang menggunakan melamin. Melamin dinilai dapat menggangu kesehatan, terutama pada anak-anak dan bayi.

Apa itu melamin?

Melamin merupakan senyawa organik yang terbuat dari polimer sintetis, formaldehida, dan urea yang telah digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga.

Piring atau mangkok yang terbuat dari melamin biasanya memiliki warna yang ciamik dan mentereng.

Dikuti dari Hellosehat, berikut ini beberapa masalah kesehatan yang ditemukan dalam penggunaan piring dan mangkok melamin :

  • Zat melamin yang terhirup bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan salah satunya adalah sesak napas. Terlebih jika melamin yang dihirup berbentuk bubuk atau serbuk yang bisa mengakibatkan kerusakan hati dan keracunan di dalam darah.
  • Dapat menyebabkan iritasi jika terkena kontak langsung ke mata.
  • Melamin yang tertelan dapat menyebabkan iritasi saluran pecernaan, mual, muntah, dan diare. Bahkan dapat menyebabkan berkuranganya urin sehingga ginjal jadi rusak.

Disarankan jika harus menggunakan piring dan mangkok melamin, agar tidak menempatkan makanan ketika dalam keadaan panas.

Suhu panas pada makanan menyebabkan zat resin melamin formaldehida pada piring memuai dan menyebar pada seluruh makan dan racunnya mengendap mengikat masuk meresap dengan cepat kedalam makanan.

Agar tetap bisa digunakan dan aman, sibaiknya selalu hindari piring dan mangkok melamin dari meletakkannya di dalam microwave, dan buang piring atau peralatan melamin yang retak, tergores atau pecah.

Meski demikian, piring dan mangkok yang terbuat dari melamin memiliki keunggulan, antara lain :

  • Bahannya yang tahan lama dan tidak mudah pecah ketika terjatuh atau terbentur.
  • Memiliki sifat mudah dibersihkan dari noda karena memiliki retensi yang baik terhadap minyak, lemak, maupun bahan organik lainnya.
  • Bersifat isolator sehingga tidak mudah menghantarkan suhu panas.

Sekian pembahasan mengenai jenis piring dan mangkok berserta fungsinya. Semoga bisa menambah pengetahuan kamu dalam dunia cooking.