Belajar Memasak : Mengetahui Macam Jenis Pisau dan Kegunaannya

Pisau sejatinya adalah alat wajib yang harus ada di dapur dan digunakan untuk membantu mengolah atau memotong sesuatu. Ada pisau daging, pisau roti, hingga pisau carving untuk membuat hiasan dari buah dan sayuran. Bentuknya pun disesuaikan dengan fungsi penggunaannya agar kegiatan memotong bahan makanan menjadi lebih mudah dan efisien.

Di Zaman Batu (Paleolitik) 40.000 SM, manusia purba menggunakan tulang atau batu yang dipipihkan dan ditajamkan untuk mengguliti hewan buruan, mengiris daging, dan memotong umbi-umbian. Di masa akhir Zaman Batu, batu-batu tajam (flintstone) diperdagangkan. Salah satu daerah penghasil batu tajam berkualitas baik adalah Grand Presiggny di Prancis.

Ada dua wilayah yang sejak lama dikenal sebagai penghasil pisau terbesar di dunia : Solingen di Jerman dan Seki di Jepang. Di Jerman, Henckels (dibentuk 1731) mempelopori pembuatan pisau dapur, yang secara tradisional mengunakan baja agak lembut. Sementara di Jepang, yang dikenal dengan tradisi pedang samurainya dan teknik pembuatan pisau sudah dimulai semasa era Muromachi di abad ke-14, merek Seki adalah jaminan kualitas terbaik.

Pisau dapur sendiri memiliki dua bahan dasar dalam pembuatannya yaitu pisau yang terbuat dari bahan stainless steel dan berbahan dasar keramik. Pisau keramik ini memiliki beberapa kelebihan seperti lebih keras, lebih ringan, lebih kaku, tahan terhadap panas, serta lebih tahan korosi ketimbang pisau stainless steel.

8. Chef’s Knife ( Pisau Serbaguna )

Pisau ini digunakan oleh para chef untuk memotong berbagai jenis bahan makanan. Memiliki ukuran panjang sekitar 20 hingga 30 cm, chef’s knife juga disebut sebagai pisau serbaguna. Chef’s knife dapat digunakan mulai dari memotong daging, mengiris sayuran, hingga mencincang bawang dan berbagai bumbu.

7. Paring Knife ( Pisau Kupas )

Memiliki ukuran kecil dengan panjang hanya 10 sampai 17 cm. Pisau yang menyerupai chef’s knife berukuran mini ini digunakan untuk mengupas kulit buah dan sayur. Selain itu, paring knife juga dapat digunakan untuk menyayat udang serta membuat hiasan buah dan sayur.

6. Bread Knife ( Pisau Roti )

Pisau roti adalah alat potong berukuran panjang dengan bagian bawah pisau yang tidak terlalu tajam dan bergerigi. Gerigi-gerigi halus tersebut berfungsi agar kue atau roti tidak hancur atau menghasilkan banyak remahan kasar saat dipotong.

5. Cleaver ( Pisau Daging )

Dengan bentuk pisau persegi panjang, cleaver digunakan untuk memotong daging menjadi ukuran yang lebih kecil. Tak hanya memotong daging saja, ukuran cleaver yang besar memungkinkannya untuk memotong tulang yang keras.

4. Boning Knife

Boning knife adalah pisau yang digunakan para chef untuk memisahkan daging dari tulangnya. Berbentuk kecil dan tipis, memiliki bentuk melengkung dan runcing di bagian ujungnya. Krena bentuknya tersebut, boning knife dapat memudahkan para chef memisahkan daging dari tulang-tulang, bahkan di area yang sempit dan sulit dijangkau.

3. Cheese Knife ( Pisau Keju )

Pisau ini memang berfungsi untuk memotong keju yang lunak dan agak lengket. Memiliki bentuk yang agak berbeda dengan pisau lainnya, cheese knife memiliki lubang-lubang di seluruh badan pisau. Lubang berukuran besar ini berfungsi agar potongan keju terlihat lebih rapi dan tidak lengket dan menempel di pisau.

2. Mincing Knife ( Pisau Pencincang )

Memiliki ukuran besar, digunakan untuk mencincang daging hingga halus. Memiliki badan pisau berukuran besar dan melengkung dengan dua buah pegangan di sisinya, pisau cacah ini menghasilkan cacahan daging yang halus sebagai bahan dasar pembuatan bakso atau daging burger.

1. Carving Knife

Memiliki bentuk yang hampir menyerupai chef’s knife, hanya saja lapisan pisau pada carving knife lebih tipis dan ringan dibandingkan chef’s knife. Bagian ujung pisau lebih runcing dan terkadang beberapa jenis carving knife dibuat lebih melengkung agar memudahkan dalam membuat sebuah bentuk dari buah-buahan.